Kurang Akuratnya Beberapa Media di Indonesia pada saat Raja Salman Berkunjung

Belakangan ini, sedikit mengulik tentang sistem monarki Kerajaan Arab Saudi yang menarik dan sepertinya saya menemukan beberapa ketidakakuratan dari enam media di Indonesia.

Penjelasannya kita bagi dua; yang satu terkait alm. Raja Faisal disebut sebagai kakek dari Raja Salman dan yang satu lagi terkait alm. Raja Saud disebut sebagai ayah dari Raja Salman.

Media-media pada poin 1 sampai 3 di bawah ini berbicara tentang alm. Raja Faisal disebut sebagai kakek dari Raja Salman:

 1. Liputan6, “DPR Akan Putarkan Film Kunjungan Kakek Raja Salman”, http://news.liputan6.com/read/2873162/dpr-akan-putarkan-film-kunjungan-kakek-raja-salman

 

2. Okezone, “Raja Salman: Mengenang Sejarah Kakek, Alasan sang Raja Sambangi DPR”, http://news.okezone.com/read/2017/03/01/337/1631240/raja-salman-mengenang-sejarah-kakek-alasan-sang-raja-sambangi-dpr

 

 3. BBC, “Apa manfaat politik Ahok dan Rizieq ‘bertemu’ Raja Salman?”, http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39125427

 

Fakta yang justru ada terkait poin 1 sampai 3 di atas adalah:
Berdasarkan King Faisal Foundation ( http://www.kff.com/en/King-Faisal ), alm. Raja Faisal adalah saudara tidak sedarah daging dengan Raja Salman karena mereka memiliki ayah yang sama (alm. Raja Abdul Aziz Bin Abdulrahman Al Saud), namun berbeda ibu.
Alm. Raja Faisal dilahirkan oleh almh. Tarfa bint Abdullah bin Abdullatif Al Sheikh sebagai anak ketiga dan raja yang ketiga pada Kerajaan Arab Saudi, sedangkan Raja Salman dilahirkan oleh almh. Hussa bint Ahmed Al Sudairi. Jadi tidak bisa didefinisikan sebagai kakeknya Raja Salman, menurut saya.

 

Media-media pada poin 4 sampai 6 di bawah ini berbicara tentang alm. Raja Saud disebut sebagai ayah dari Raja Salman:

4. Sindo, “Ingat Masa Lalu, Raja Salman Langsung Cari Cucu Soekarno”, https://nasional.sindonews.com/read/1184525/12/ingat-masa-lalu-raja-salman-langsung-cari-cucu-soekarno-1488384470

 

5. Detik, “Berkesannya Pertemuan Raja Saud-Sukarno bagi Raja Salman”, https://news.detik.com/berita/d-3435974/berkesannya-pertemuan-raja-saud-sukarno-bagi-raja-salman

 

 6. Tribun, “Isi Obrolan dengan Puan, Bukti Raja Salman Terkesan Pertemuan Ayahnya dan Bung Karno”, http://www.tribunnews.com/nasional/2017/03/02/isi-obrolan-dengan-puan-bukti-raja-salman-terkesan-pertemuan-ayahnya-dan-bung-karno

 

Fakta yang justru ada terkait poin 4 sampai 6 di atas adalah:
– Ayah dari Raja Salman adalah alm. Raja Abdul Aziz Bin Abdulrahman Al Saud.
– Raja Abdul Aziz Bin Abdulrahman Al Saud meninggal pada 9 November 1953. Lalu digantikan oleh alm. Raja Saud (sebagai raja kedua pada Kerajaan Arab Saudi dan anak dari alm. Raja Abdul Aziz Bin Abdulrahman Al Saud dan almh. Wadhah bint Hussein Al-Orair).
– Alm. Soekarno pergi haji pada tahun 1955 dan bertemu dengan alm. Raja Saud.
Jadi, bukan ayah Raja Salman yang bertemu dengan alm. Soekarno karena beliau sudah meninggal pada tahun 1953, sedangkan alm. Soekarno pergi haji tahun 1955.
Alm. Soekarno bertemu dengan alm. Raja Saud yang merupakan saudara tak sedarah daging dengan Raja Salman karena keduanya lahir dari Ibu yang berbeda.

 

Dari 1 sampai 5, berapa nilai untuk tulisan ini?

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

 

Sumber:
1. Business Insider Indonesia, http://www.businessinsider.co.id/a-whos-who-of-the-saudi-royal-family-2015-2/?r=US&IR=T#I7Rf1ySBKTbv5VXr.97
2. The Wall Street Journal, http://graphics.wsj.com/saudi-arabia-family-tree/
3. King Faisal Foundation, http://www.kff.com/en/King-Faisal

NB: Tolong dikoreksi jikalau ada penjelasan di atas yang kurang tepat 🙂

 

[UPDATE]
Sebelum tulisan ini dipublikasi, saya mengirimkan pesan kepada tim Opini.id bahwa ada ketidakakuratan data terkait videonya yang berjudul “Raja Salman Cari Cucu Soekarno” pada detik ke-23 sampai ke-26. Kurang akuratnya adalah alm. Raja Saud disebut sebagai ayah dari Raja Salman. Lalu tim Opini.id merespons pesan saya dan menghapus segera video itu dari website serta Facebook Page-nya.
Pada akhirnya, tim Opini.id mengoreksi video tersebut dari “ayah” menjadi “kakak” dan hasil koreksinya bisa ditonton di https://www.facebook.com/Opinidotid/videos/1247744895275053/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *